PENGEMBANGAN KURIKULUM

  1. Pengertian Pengembangan Kurikulum

Beberapa pendapat tentang pengertian pengembangan kurikulum, diantaranya:

  1. Caswell mengartikan pengembangan kurikulum sebagai alat untuk membantu guru dalam melakukan tugas mengajarkan bahan, menarik minat siswa dan memenuhi kebutuhan masyarakat.[1]
  2. Menurut Beane, Toepfer dan Allesia menyatakan bahwa perencaan atau pengembangan kurikulum adalah suatu proses dimana partisipasi pada berbagai tingkat dalam membuat keputusan tentang tujuan, tentang bagaimana tujuan direalisasikan melalui proses belajar-mengajar dan apakah tujuan dan alat itu serasi dan efektif.[2]
  3. Menurut Prof. Drs. H. Dakir, pengembangan kurikulum ialah mengarahkan kurikulum sekarang ke tujuan pendidikan yang diharapkan karena adanya berbagai pengaruh yang sifatnya positif yang datangnya dari luar atau dalam diri sendiri, dengan harapan agar peserta didik dapat menghadapi masa depannya dengan baik.[3]

Berdasarkan kedua pendapat tersebut di atas dapat dikatakan bahwa pengembangan kurikulum merupakan suatu proses yang merencanakan, menghasilkan suatu alat yang lebih baik dengan didasarkan pada hasil penilaian terhadap kurikulum yang telah berlaku, sehingga dapat memberikan kondisi belajar-mengajar yang lebih baik.  Dengan kata lain pengembangan kurikulum merupakan kegiatan untuk menghasilkan kurikulum baru melalui langkah-langkah penyusunan kurikulum berdasarkan hasil penilaian yang dilakukan selama periode waktu tertentu.

 

 

 

 

  1. Landasan pengembangan Kurikulum
    1. Asas psikologi

Secara psikologis, anak didik memiliki keunikkan dan perbedaan-perbedaan baik perbedaan minat, bakat maupun potensi yangdimilikinya sesuai dengan tahapan perkembangannya. Oleh sebab itu kurikulum harus memperhatikan kondisi psikologi perkembangan dan psikologi belajar anak.[4]

  1. Asas sosiologis

Sekolah bukan hanya berfingsi untuk mewariskan kebudayaan dan nilai-nilai suatu masyarakat, akan tetapi juga berfungsi untuk mempersiapkan anak didik dalam kehidupan masyarakat. Oleh sebab itu, menyusun dan mengembangkan kurikulum harus sesuai dengan kebutuhan dan tuntutan masyarakat. Misalkan, para agamawan dan budayawan yang lebih menekankan pendidikan sekolah sebagai proses penanaman budi pekerti. Sedangkan para kelompok industriawan memandangan pendidikan sekolah sebagai wadah untuk membentuk generasi mudah yang siap pakai dengan sejumlah keterampilan teknis sesuai dengan tuntutan industri.

  1. Asas perkembangan IPTEK

Kurikulum sebaiknya disesuaikan dengan perkembangan teknologi terkini.

  1. Asas filsafat

Filsafat sebagai landasan yang fundamental memegang peran penting dalam proses pengembangan kurikulum. Ada empat fungsi filsafat dalam proses pengembangan kurikulum, diantaranya:

  1. Filasafat dapat menentukan arah dan tujuan pendidikan.
  2. Filsafat dapat menentukan isi atau materi pelajaran yang harus diberikan sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai.
  3. Filsafat dapat menentukan strategi atau cara penyampaian tujuan
  4. Melalui filsafat dapat ditentukan bagaimana menetukan tolak ukur keberhasilan proses pendidikan.

 

  1. Prinsip-prinsip Pengembangan Kurikulum

Kurikulum merupakan alat untuk mencapai tujuan pendidikan yang dinamis. Hal ini berarti, bahwa kurikulum harus selalu dikembangkan dan disempurnakan agar sesuai dengan laju perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Pengembangan kurikulum harus didasarkan pada prinsip-prinsip pengembangan yang berlaku. Hal ini dimaksudkan agar pengembangan kurikulum tersebut sesuai dengan minat, bakat, kebutuhan peserta didik, lingkungan, kebutuhan daerah sehingga dapat memperlancar pencapaian pelaksanaan proses pendidikan untuk pencapaian tujuan pendidikan Nasional. Prinsip-prinsip pengembangan kurikulum, diantaranya:

  1. Prinsip relevansi ada dua macam yaitu relevansi internal dan eksternal. Relevansi internal adalah kesesuaian kurikulum dengan komponen-komponennya, yaitu keserasian antara tujuan yang dicapai, isi, materi, strategi atau metode yang digunakan serta alat penilaian untuk melihat ketercapaian tujuan. Relevasi eksternal ialah kesesuaian, keserasian antara tujuan, isi dan proses belajar siswa yang tercakup dalam kurikulum dengan kebutuhan dan tuntutan masyarakat. Jadi, Pendidikan dikatakan mempunyai relevansi apabila kualifikasi lulusan suatu lembaga pendidikan sesuai dengan tuntutan masyarakat.
  2. Prinsip efektivitas, efektivitas dalam kegiatan berkenaan dengan sejauh mana apa yang direncanakan atau diinginkan dapat dilaksanakan atau dapat dicapai.
  3. Prinsip efesiensi, Berkaitan dengan pelaksaan kurikulum atau proses belajar-mengajar, maka proses belajar-mengajar dikatakan  Efisien jika usaha, biaya dan waktu yang digunakan untuk menyelesaikan program pengajaran tersebut merealisasikan hasil yang optimal.
  4. Prinsip kesinambungan, kesinambungan dalam pengembangan kurikulum menyangkut keterkaitan antara berbagai tingkat dan jenis program pendidikan atau bidang studi.
  5. Prinsip fleksibilitas berarti tidak  kaku. Artinya, kurikulum itu harus bisa dilaksanakn sesuai dengan kondisi yang ada. Prinsip fleksibilitas meliliki dua sisi: pertama, fleksibel bagi guru artinya kurikulum harus memberikan ruang bagi guru untuk mengembangkan program pengajaran sesuai dengan kondisi yang ada. Kedua, fleksibel bagi siswa artinya kurikulum harus menyediakan berbagai program pilihan sesuai dengan bakat dan minat siswa.[5]

 

 


[1] Subandijah, Pengembangan dan Inovasi Kurikulum, (Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 1993). Hal. 38

[2] Ibid,. hal. 38

[3] Dakir, Perencanaan dan Pengembangan Kurikulum, (Jakarta: PT. Rineka Cipta, 2004). Hal. 84

[4] Dakir, Perencanaan dan Pengembangan Kurikulum, (Jakarta: PT. Rineka Cipta, 2004). Hal. 62

[5] Wina Sanjaya, Kurikulum dan Pembelajaran: Teori dan Praktik Pengembangan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP), (Jakarta: Kencana Prenada Media Group, 2011). Hal. 39-42

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s