Model Pembelajaran Numbered Heads Together

  1. A.  Numbered Heads Together

Numbered Heads Together (NHT) merupakan salah satu variasi pembelajaran kooperatif (Cooperative Learning). Pembelajaran kooperatif bernaung dalam teori kontruktivis. Pembelajaran ini muncul dari konsep bahwa siswa akan lebih mudah menenukan dan memahami konsep yang sulit jika mereka saling berdiskusi dengan temannya. Jadi pembelajaran kooperatif lebih megutamakan pembelajaran dalam sistem kelompok.

Terdapat lima prinsip yang mendasari pembelajaran kooperatif, yaitu:

  1. positive independence yaitu adanya saling ketergantungan positif yakni anggota kelompok menyadari pentingnya kerja sama dalam pencapaian tujuan.
  2. Face to face artinya antar anggota saling berinteraksi.
  3. Individual accountability artinya setiap anggota kelompok harus belajar dan aktif memberikan konstribusi untuk mencapai keberhasilan kelompok.
  4. Use of collaborative/social skill artinya menggunakan keterampilan kerjasama.
  5. Group processing artinya siswa perlu menilai bagaimana mereka bekerja secara efektif.

Johnson dan Johnson menyatakan bahwa tujuan pembelajaran kooperatif ialah memaksimalkan belajar siswa untuk meningkatkan prestasi akademik dan pemahaman baik secara individu maupun secara kelompok (Trianto, 2010: 57). Karena siswa bekerja dalam team, maka dengan sendirinya akan muncul hubungan yang baik dan solidaritas diantara mereka. Jadi, pembelajaran kooperatif ini sesuai dengan prinsip manusia sebagai makhluk sosial yang dalam kehidupannya membutuhkan bantuan orang lain. Selain itu pembelajaran kooperatif dapat meningkatkan kinerja siswa dalam tugas-tugas akademik, unggul dalam membantu siswa untuk memahami konsep-konsep yang sulit dan menumbuhkan kemampuan berpikir kritis. Pembelajaran kooperatif juga memberikan keuntungan baik pada siswa kelompok bawah maupun kelompok atas yang bekerja bersama menyelesaikan tugas-tugas akademik.

Manfaat pembelajaran model pembelajaran Cooperative Learning dalam proses belajar-mengajar antara lain:

a)      Dapat melibatkan siswa secara aktif dalam mengembangkan pengetahuan, sikap, dan keterampilannya dalam suasana belajar-mengajar yang bersifat terbuka dan demokratis

b)       Dapat mengembangkan aktualisasi berbagai potensi diri yang telah dimiliki oleh siswa

c)      Dapat mengembangkan dan melatih berbagai sikap, nilai, dan keterampilan-keterampilan sosial untuk diterapkan dalam kehidupan di masyarakat

d)     Siswa tidak hanya sebagai objek belajar tetapi juga sebagai subjek belajar karena siswa dapat menjadi tutor sebaya bagi siswa lainnya

e)      Siswa dilatih untuk bekerja sama, karena bukan materi saja yang dipelajari melainkan juga tuntutan untuk mengembangkan potensi dirinya secara optimal bagi kesuksesan kelompoknya

f)       Memberi kesempatan kepada siswa untuk belajar memperoleh dan memahami pengetahuan yang dibutuhkan secara langsung sehingga sesuatu yang dipelajarinya lebih bermakna bagi dirinya.

Numbered Heads Together (NHT) atau penomoran berpikir bersama adalah merupakan jenis pembelajaran kooperatif yang dirancang untk mempengaruhi pola interaksi siswa dan sebagai alternatif terhadap struktur kelas tradisional. Numbered Heads Together (NHT) pertama kali diperkenalkan oleh Spenser Kagan untuk melibatkan lebih banyak siswa dalam menelaah materi pelajaran dan mengecek pemahaman mereka terhadap isi pelajaran tersebut.

 B.     Langkah-langkah Penggunaan NHT

Menurut Nurhadi dkk (2004:67), pembelajaran model Numbered Heads Together memuat langkah-langkah sebagai berikut.

Pertama : Numbering (penomoran); guru membagi siswa ke dalam kelompok yang beranggotakan 3 sampai 5 siswa dan kepada masing-masing anggota kelompok diberi nomor 1 sampai 5 (jika anggota kelompok 5 siswa).

Kedua  : Questioning (mengajukan pertanyaan); guru mengajukan pertanyaan kepada siswa, pertanyaan di sini berupa lembar masalah yang berhubungan dengan materi. Pertanyaan dapat bervariasi dari yang bersifat spesifik sampai pada hal yang bersifat umum. Kemudian siswa diarahkan untuk menjawab pertanyaan tersebut dengan berdiskusi bersama anggota kelompoknya.

Ketiga  : Heads together (berpikir bersama); para siswa berpikir bersama dan  menyatukan pendapat untuk menggambarkan dan meyakinkan bahwa tiap anggota dalam timnya mengetahui jawaban tersebut.

Keempat : Answering (menjawab); guru memanggil suatu nomor tertentu, kemudian siswa yang nomornya sesuai mengacungkan tangannya mencoba untuk menjawab pertanyaan untuk seluruh kelas. Kemudian guru bertanya siswa yang bernomor sama pada kelompok lain untuk menanggapi jawaban tersebut.

 

  1. C.    Hubungan Motivasi dan Model Pembelajaran Numbered Heads Together (NHT)

Motivasi adalah daya dalam diri seseorang yang mendorongnya untuk melakukan sesuatu, atau keadaan seseorang atau organisme yang menyebabkan kesiapan-kesiapannya untuk memulai serangkaian tingkah laku atau perbuatan. Motivasi. Motivasi merupakan hal yang penting dalam pembelajaran karena motivasi faktor yang mempengaruhi tingkat belajar siswa. Cara menumbuhkan motivasi siswa tergantung jenis motivasi apa yang ingin kita tingkatkan. Jika ingin menumbuhkan motivasi intrinsik dapat dilakukan misalkan dengan memumbuhkan keinginan siswa untuk mengembangkan dirinya. Sedangkan cara menumbuhkan motivasi ekstrinsik dapat dilakukan dengan memberikan hadiah, hukuman dan mengadakan kompetisi atau perlombaan.

Sedangkan model pembelajaran Numbered Heads Together (NHT) merupakan salah satu jenis pembelajaran kooperatif yang berprinsip bahwa suatu proses pembelajaran akan lebih terasa menyenangkan dan terasa lebih mudah jika dikerjakan secara berkelompok. Tata cara Pembelajaran Numbered Heads Together (NHT) ialah setiap anggota kelompok akan mendapatkan pertanyaan yang berbeda. Ketika memecahkan masalah atau berdiskusi, perlu dipastikan bahwa setiap anggota kelompok mampu memahami semua materi atau pertanyaan yang disajikan. Sedangkan ketika proses menjawab pertanyaan di depan kelas, siswa yang boleh menjawab hanya siswa yang nomornya sesuai dengan nomor yang disebutkan. Jadi dalam pembelajaran ini tidak memunculkan dominasi dari salah satu anggota kelompok karena semua siswa mendapat giliran untuk menjawab.

Berdasarkan penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa motivasi siswa dapat ditingkatkan dengan menggunakan model pembelajaran NHT karena dalam pembelajaran ini siswa akan dibentuk menjadi beberapa kelompok. Jadi hal tersebut akan menimbulkan rasa saling berkompetisi antar kelompok untuk menjadi kelompok terbaik. Dengan berkompetisi akan membuat siswa giat belajar dan berusaha dalam menjawab pertanyaan sebaik-baiknya demi menjadi kelompok terbaik. Jadi kompetisi antar kelompok menjadi motivasi bagi siswa untuk belajar lebih giat, dalam hal ini disebut motivasi ekstrinsik.

Salah satu prosedur pembelajaran NHT diantaranya setiap anggota kelompok mendapatkan pertanyaan yang berbeda dan tugas mereka untuk memecahkan atau menjawab secara bersama-sama dan memastikan semua anggota memahami jawaban dari pertanyaan tersebut. Ketika penilaian, guru menanggil nomor tertentu, kemudian siswa yang nomornya sesuai mengacungkan tangannya mencoba untuk menjawab pertanyaan untuk seluruh kelas. Perlu diperhatikan bahwa siswa yang boleh menjawab hanya yang nomornya sesuai dengan nomor yang dipanggil. Jadi pembelajaran NHT dapat dikatakan sebagai tugas individu dalam kelompok. Karena pembelajaran ini berbasis kelompok maka, secara tidak langsung setiap anggota kelompok mempunyai tanggung jawab terhadap keberhasilan kelompoknya. Sebagai bentuk tanggung jawab, setiap siswa akan berusaha menjadikan kelompoknya menjadi kelompok yang terbaik dengan cara  belajar dengan giat dan sungguh-sungguh supaya dapat menjawab pertanyaan dengan baik. Dalam hal ini dapat dikatakan sebagai keinginan diri untuk berkembang demi tujuan bersama (menjadi kelompok terbaik). Jadi, keinginan dari dalam diri untuk belajar yang dikarenakan adanya tanggung jawab disebut motivasi intrinsik (dari dalam diri siswa).

 


[1] Yatim Rianto, Paradigma Baru Pembelajaran, (Jakarta: Kencana Prenada Media Group, 2009). Hal. 270

[3] Trianto, Mendesain Model Pembelajaran Inovatif – Progresif, (Jakarta: Kencana Prenada Media Group, cet. 3, 2010). Hal. 8

About these ads

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s